Perang India-Pakistan: Kecanggihan Militer China Buat Gentar AS-Israel

FILE PHOTO: China's J-10 fighter jets from the People's Liberation Army Air Force August 1st Aerobatics Team perform during a media demonstration at the Korat Royal Thai Air Force Base, Nakhon Ratchasima province, Thailand, November 24, 2015.  REUTERS/Athit Perawongmetha/File Photo

Perang India vs Pakistan tidak hanya menjadi konflik kedua negara. Konflik ini juga menjadi ajang uji coba teknologi militer dari negara-negara besar seperti China, Amerika Serikat, Rusia hingga Israel.

Konflik India vs Pakistan tidak hanya soal dua negara bertetangga yang berseteru, tetapi menjadi cermin perubahan tatanan global dan arena uji coba kekuatan teknologi militer antara Barat dan Timur.

Dunia dibuat penasaran bukan hanya untuk melihat siapa menang tetapi untuk membaca peta kekuatan militer dan geopolitik masa depan.

India menggunakan jet tempur Rafale buatan Prancis dan sistem pertahanan S-400 buatan Rusia.

Pakistan, yang dulunya mengandalkan persenjataan Barat, kini beralih ke teknologi China, termasuk jet tempur buatan Beijing.

Konflik ini melibatkan drone kamikaze dan loitering munitions, teknologi militer modern yang memungkinkan drone mengincar target secara presisi lalu menyerang layaknya rudal jelajah.

China, Rusia, Israel, Amerika Semua Mengamati

Dalam konflik Pakistan vs India, China ingin melihat seberapa baik performa jet dan rudalnya yang digunakan Pakistan.

Rusia memantau kinerja sistem pertahanan udaranya yang digunakan India. Sementara itu, Israel, yang menjadi mitra pertahanan India, juga turut mencermati.

Pakistan memang sejak lama memiliki hubungan bersahabat dengan China, namun kini China telah menjadi negara yang jauh lebih kuat dibandingkan era 1970-an ketika hubungan kedua negara baru tumbuh.

India, yang dulunya tergabung dalam gerakan non-blok, secara implisit lebih dekat ke Rusia. Kini, India semakin menjalin kedekatan dengan Barat (AS dan Eropa) dan juga merupakan mitra Israel.

Militer China Mulai Ancam Dunia

Konflik yang memanas antara India dan Pakistan kini bisa menjadi momen pertama bagi dunia untuk melihat secara nyata bagaimana kinerja teknologi militer China yang canggih.

Pasalnya, teknologi tersebut belum teruji sementara sebaliknya perangkat militer Barat sudah teruji di banyak perang.

Sebagai pemasok utama senjata Pakistan, China kemungkinan mengamati dengan sangat cermat untuk mengetahui bagaimana sistem persenjataannya telah – dan mungkin akan – tampil dalam pertempuran nyata.

Saham AVIC Chengdu Aircraft, produsen pesawat tempur asal China, melonjak 40% minggu ini.

Saham melonjak setelah Pakistan mengklaim telah menggunakan jet tempur J-10C buatan AVIC untuk menembak jatuh pesawat tempur India, termasuk jet tempur Rafale buatan Prancis dalam pertempuran udara pada hari Rabu.

J-10C adalah versi terbaru dari jet tempur J-10 bermesin tunggal milik China, yang mulai digunakan Angkatan Udara China pada awal 2000-an.

Dengan sistem senjata dan avionik yang lebih canggih, J-10C diklasifikasikan sebagai jet tempur generasi 4.5 – setara dengan Rafale, tapi satu tingkat di bawah jet siluman generasi ke-5 seperti J-20 China atau F-35 AS.

kas138

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*