Kisah Runtuhnya Kerajaan Bisnis Salim Setelah Berjaya 3 Dekade

Infografis, Kisah Perjalanan Salim Grup, Dihantam Krisis 98 dan Bangkit Lebih Tajir
Foto: Infografis/ Salim Grup/ Edward Ricardo

Tidak semua kisah sukses konglomerat berjalan mulus. Bahkan Pendiri Salim Group, yakni Sudono Salim pun pernah mengalami titik paling rendah pada tahun 1998.

Sudono Salim, memiliki kedekatan dengan Presiden kedua RI Soeharto. Sudono berkiprah sebagai pengusaha impor cengkeh dan logistic tentara setelah kemerdekaan. Jaringan bisnisnya yang luas membuat Kolonel Soeharto ingin bekerja sama dengannya.

Lewat perantara sepupunya bernama Sulardi, Salim dan Soeharto berkenalan untuk pertama kalinya. Salim kemudian menjadi penyuplai logistik pasukan Kolonel Soeharto semasa Perang Kemerdekaan (1945-1949). Perkenalan itulah yang kemudian mengubah hidup Salim.

“Setelah Soeharto meraih kekuasaan di Indonesia pada pertengahan 1960-an dan menjadi presiden, dia didukung oleh kelompok kroni pengusaha, yang terbesar dan terkuat adalah Liem Sioe Liong,” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016).

Selama tiga dekade itu, keduanya terlibat dalam relasi saling menguntungkan. Soeharto melindungi Liem dan memastikan bisnisnya berjalan lancar. Sebagai timbal balik, Liem lewat kerajaan bisnis Salim Group menyalurkan dana kepada Soeharto, keluarga, dan kroni lainnya. Alhasil, kedua pihak pun berjaya di jalannya masing-masing.

Salim sukses terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia. Sedangkan Soeharto juga sukses memegang kuasa di Tanah Air. Namun, kejayaan keduanya tiba-tiba hancur sekejap dalam waktu beberapa hari saja di Mei 1998.

Target Amukan Massa

Selama tiga dekade, Salim sukses membangun tiga kerajaan bisnis di tiga sektor, antara lain perbankan (Bank Central Asia, BCA), bangunan (Indocement), dan makanan (Bogasari dan Indofood). Namun, itu semua perlahan rontok saat memasuki krisis 1998. BCA menjadi yang terparah.

Sejarawan M.C Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (2009) menyebut, selama masa krisis nasabah menarik dana secara massal dan besar-besaran. Ratusan orang rela antre berjam-jam untuk menguras seluruh tabungannya. Kondisi ini membuat BCA yang tidak lagi dipercaya masyarakat terancam bangkrut.

Hingga akhirnya, rangkaian krisis ini mencapai puncak pada Mei 1998.

Kedekatan dengan Soeharto rupanya menjadi malapetaka bagi Salim. Munculnya sentimen anti-Soeharto buntut meluasnya krisis ekonomi ke kemelut politik menjadi pukulan telak bagi Salim. Rakyat yang mengetahui kedekatan keduanya menjadikan Salim sebagai target sasaran. Salim sebagai orang terkaya juga harus dihancurkan. Ini terjadi usai unjuk rasa beralih menjadi kerusuhan rasial pada 13 Mei 1998.

Hari itu, Jakarta dan sekitarnya dilanda kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran terhadap rumah, bangunan pertokoan dan banyak kendaraan (Kompas, 14 Mei 1998). Aksi ini dilakukan oleh massa yang sudah terprovokasi. Mereka menyasar bangunan dan kendaraan milik orang Tionghoa, bahkan menargetkan orang Tionghoa itu sendiri.

Jemma Purdey dalam Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999 (2013) menjelaskan munculnya sentimen rasial terhadap Tionghoa disebabkan karena ada stereotip bahwa mereka patut dibenci hanya karena kaya raya dan dekat dengan penguasa Soeharto. Dan tokoh sentral yang melekat dengan deskripsi itu adalah Sudono Salim.

“Perusahaan para cukong dan keluarga Soeharto merupakan sasaran utama pembakaran dan penjarahan. Bank Central Asia milik Liem Sioe Liong merupakan objek serangan utama,” tulis Ricklefs.

Dalam penceritaan Richard Borsuk dan Nancy Chng, sebagai target amukan massa, beruntung saat kerusuhan terjadi Sudono Salim, istri dan beberapa anaknya sedang berada di Amerika Serikat menemani Salim yang bakal operasi mata. Di Jakarta, hanya ada Anthony Salim yang bekerja di Wisma Indocement, Jl. Sudirman.

Anthony kala itu sampai tidak berani pulang ke rumah bapaknya di kawasan Roxy. Sebab, kerusuhan massa juga menyasar permukiman warga Tionghoa. Dikhawatirkan, jika Salim berdiam diri di rumahnya, dia bisa terbunuh.

Prediksi itu kemudian benar terjadi. Pagi hari tanggal 14 Mei, Anthony menerima kabar kalau rumah bapaknya didatangi sekelompok pemuda bertampang mengancam, bersenjatakan jerigen bahan bakar dan perkakas. Mereka ingin masuk ke rumah mewah Liem.

Anthony tak berkutik. Dia segera memerintahkan satpam untuk mempersilahkan massa masuk merusak rumahnya, ketimbang dihadang dan terjadi pertumpahan darah.

“Dalam sekejap, seluruh mobil di garasi terbakar, termasuk juga seisi rumah. Mereka membakar furnitur, mencopot lukisan dan mengobrak-abrik kamar. Bahkan mereka mencoret-coret rumah dengan kata-kata tidak pantas,” tutur Anthony kepada Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Setelah beberapa menit melakukan itu, asap hitam dengan cepat membumbung tinggi dari kediaman Salim. Di jalanan, foto Salim dilempari batu dan dibakar oleh massa yang marah. (Kompas, 15 Mei 1998).

Melihat situasi Jakarta yang sangat parah, Anthony langsung berpikir untuk pergi meninggalkan kantornya. Dia takut kalau kantornya bakal bernasib sama seperti rumahnya. Dia lantas pergi ke Bandara Halim untuk menuju Singapura memakai pesawat jet pribadi. Dari sanalah, Anthony memantau perkembangan bisnisnya setelah masa-masa sulit itu.

Keruntuhan Kerajaan Bisnis
Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto akhirnya lengser BCA mengalami kerugian paling parah. Tercatat ada 122 cabang rusak yang terdiri dari 17 kantor terbakar habis, 26 cabang dirusak dan dijarah, dan 75 cabang rusak tetapi tidak dijarah. Lalu, ada 150 ATM yang dirusak dan diambil uang tunainya hingga menelan kerugian Rp 3 miliar.

Selain BCA, Indofood juga mendapat serangan. Pabriknya di Solo dijarah dan dibakar hingga menelan kerugian Rp 42 miliar. Pusat distribusinya di Tangerang juga hancur dijarah massa. Hanya Indocement yang masih bisa bertahan.

Meski begitu, pukulan telak terjadi di kerajaan bisnis sektor perbankan. Seminggu setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, BCA diambil alih oleh pemerintah karena kondisi keuangannya semakin berdarah-darah tak tertolong. Pemerintah lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) resmi menjadikan BCA sebagai BTO (Bank Taken Over). Pengambilalihan ini bertujuan untuk menolong BCA agar tidak jatuh terlalu dalam.

Sejak itulah, BCA tidak lagi menjadi milik keluarga Salim. Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut untuk menghidupi kembali mesin-mesin kekayaannya, Salim hanya mengandalkan Indofood.

Kini, 25 tahun setelah kejadian memilukan itu, bisnis keluarga Salim mulai berjaya. Bisnisnya pun tidak hanya Indofood, tetapi juga merambah sektor migas, konstruksi, dan perbankan.

Sementara itu, diketahui Medikaloka Hermina berencana membangun rumah sakit bertaraf internasional di kawasan IKN. Rumah sakit ini ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2024.

Jaringan 5G Baru Jangkau 10% Wilayah RI, Telkomsel Ungkap Strategi

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna menyampaikan pemaparan dalam acara dalam acara Tech & Telco Summit 2025 di Jakarta, Jumat (21/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna menyampaikan pemaparan dalam acara dalam acara Tech & Telco Summit 2025 di Jakarta, Jumat (21/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna mengungkapkan strategi perusahaan untuk meningkatkan penetrasi 5G di tanah air yang dimulai dari kota-kota besar. Telkomsel secara resmi menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) 5G pada pertengahan 2021 dan menjadi modal penting bagi Telkomsel dalam menyelenggarakan layanan ini sesuai regulasi. 

Kemudian, Telkomsel pun telah mengembangkan jaringan 5G ke perumahan, kluster, CBD, di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

“Kita selalu optimistis dan percaya hal ini (dukungan pemerintah) akan membantu akselerasi digital yang dibutuhkan saat Covid-19. Perkembangan berlanjut kita lakukan implementasi secara bertahap untuk penetrasi 5G,” kata Indra, dalam CNBC Indonesia Tech and Telco Summit 2025, Jumat (21/2/2025).

Sepanjang 2024, Telkomsel melakukan implementasi yang lebih masif berdasarkan kota.

“Kita mulai Denpasar, Kuta, Badung, Jakarta dan beberapa Jabodetabek. Kita lanjutkan ke kota kota lainnya. Penetrasi 5G sebesar 9-10%,” kata dia.

Indra menegaskan jaringan 5G menjadi salah satu pendukung yang lebih besar dalam transformasi digital. Untuk itu, dia mengharapkan dukungan dan kolaborasi dengan semua pihak.

“Dengan begitu, jaringan 5G bisa merata dinikmati semua kalangan,” ujar Indra.

Keluar Penjara, Orang Ini Bikin Astra & Jadi Raja Otomotif RI

Meski hanya memiliki 4 karyawan, William menempelkan kata
Foto: Dok. Astra

Di balik merk mobil ternama seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan, Lexus, Peugeot, dan BMW ada nama William Soerjadjaja atau Tjia Kian Liong. Ia dikenal sebagai raja otomotif Indonesia, yang mendirikan PT Astra International Tbk. (ASII) yang menaungi merk-merk mobil ternama tersebut.

William menghadapi masa-masa sulit pada tahun 1950-an. Dia yang baru saja merintis bisnis tiba-tiba harus mendekam di balik jeruji besi karena tuduhan korupsi tanpa dasar. Dalam sekejap, nama baiknya rusak dan perusahaannya hancur lebur.

Setelah keluar dari penjara dia segera bangkit. Dengan bantuan adiknya, dia membeli perusahaan impor yang berada di Jl. Sabang No. 36A, Jakarta. Perusahaan itu berada pada kondisi hidup segan mati tak mau. Bisnisnya kacau balau. Sedangkan kantornya sangat kecil dan sering kebanjiran.

Adik William kemudian mengusulkan nama perusahaan itu bernama Astra. Dalam buku Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya (2012), Astra adalah salah satu sosok dewi Yunani Kuno yang terbang ke langit dan menjadi bintang terang.

Dengan nama tersebut, adiknya berharap kalau perusahaan abangnya bakal bernasib sama seperti dewi tersebut.

Alhasil pada 20 Februari 1957, tepat hari ini 66 tahun lalu, Astra International Inc resmi beroperasi usai terdaftar di kantor Notaris Sie Khwan Djioe.

Dari awal ASII berdiri, pada tahun 1957, sebanyak 50% pasar mobil di Indonesia telah dijajal perusahaan itu. Maka tak heran, William dan keluarganya mendapat kedudukan terhormat.

Pada permulaannya Astra bergerak di sektor kebutuhan rumah tangga. Namun, selama 10 tahun pertama sejak pendiriannya, Astra berjalan terseok-seok dan berulang kali hampir bangkrut.

Hal ini disebabkan karena ketidakstabilan ekonomi negara sepanjang tahun 1960-an. Jatuhnya Soekarno dan naiknya Soeharto menjadi presiden membawa berkah bagi William dan perusahaan. Astra mulai menunjukkan taringnya.

Pada tahun 1966, William tertimpa durian runtuh usai mendapat pinjaman dana dari Amerika Serikat sebesar US$ 2,9 juta. Tak hanya dana dia juga berhak mengimpor apapun dari Paman Sam. Keistimewaan ini lantas menjadi peluang besar bagi pria kelahiran 20 Desember 1922 itu.

Pada saat bersamaan, pemerintah yang sedang giat melaksanakan proyek membutuhkan truk besar untuk pengangkutan. Karena importir truk besar di Indonesia tidak ketat, William menjadikan ini sebagai pintu berbisnis. Alhasil, dia memutuskan mengimpor truk Chevrolet dari AS dan menjualnya kepada pemerintah.

Bisuk Siahaan dalam Industrialisasi di Indonesia: Sejak Rehabilitasi Sampai Awal Reformasi (2000) mencatat ada 800 truk Chevrolet yang dia impor pada permulaannya. Dari sinilah awal mula dia bermain di industri otomotif.

Seiring berjalannya waktu, William kena sanksi dari AS dan tak boleh lagi mengimpor truk dalam skala besar. Alhasil, dia melirik pasar otomotif Jepang yang kebetulan belum banyak bermain di Indonesia dan diproyeksikan bakal meroket karena Indonesia dan Jepang sama-sama memiliki setir kanan.

Jalinan kerjasama dengan Jepang inilah yang membawa titik balik bagi kehidupan William. Pada Februari 1969, Astra resmi kerjasama dengan Toyota. Sejak itu, kendaraan Toyota dari mulai truk sampai mobil biasa berjamuran di Tanah Air. Perlahan, Astra juga memasarkan Honda, Isuzu dan Daihatsu. Akibatnya kendaraan Jepang makin banyak di Indonesia.

William punya strategi khusus untuk menguasai pasar otomotif Indonesia dan menyingkirkan pesaing utamanya, Mitsubishi. Dia rela menggelontorkan dana besar untuk menguasai industri otomotif dari hulu ke hilir, dari mulai pembuatan komponen hingga pendistribusian.

Tak hanya itu, dia juga menerapkan sistem manajemen ala Jepang, yakni Keiretsu. Lewat sistem ini, seorang direksi di satu perusahaan bisa menjadi komisaris di perusahaan lain. Cara ini terbukti efektif karena Astra dapat keuntungan besar dan mampu mengontrol pasar dari para pesaing.

Dua upaya ini dan pemberian promo besar-besaran kepada pembeli berhasil menarik animo masyarakat. Astra sukses menjadi raja otomotif Indonesia.

“Pada tahun 1990 Gaikindo menyebutkan bahwa Astra telah berhasil menguasai lebih dari separuh pangsa pasar otomotif di Indonesia. Produk yang dihasilkan antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel Trucks, Lexus, Peugeot, BMW,” tulis Ricardi S. Adnan dalam The Shifting Patronage (2010).

Perlahan, gurita bisnis William juga tak hanya di otomotif, tetapi juga properti, asuransi, perkebunan, dan perbankan, yang seluruhnya tergabung dalam grup Astra. Kejayaan ini membuat Astra percaya diri melantai di bursa saham pada 4 April 1990.

Namun, saat berada di puncak kejayaan William dilanda badai besar yang membuatnya jatuh tersungkur. Cerita bermula ketika putra sulungnya, Edward Soerjadjaja, membeli Bank Agung Asia pada 1988. Bank tersebut berubah nama menjadi Bank Summa. Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Grup (2016) menyebut, Bank Summa dalam sekejap tumbuh besar di tangan keluarga Soerjadjaja. Bahkan, masuk ke dalam 10 bank swasta terbaik di Indonesia pada akhir 1990.

Namun, setahun kemudian Bank Summa dilanda krisis. Ini disebabkan karena banyak kontraktor yang gagal membayar cicilan ke bank tersebut. Ditambah lagi, Bank Summa terlilit hutang luar negeri mencapai Rp 1,5 triliun.

Pada kondisi ini, Bank Summa berada di posisi sulit. Sebab, bank ini tidak diberi pertolongan oleh Bank Indonesia tanpa alasan jelas. Maka, untuk menyelamatkan uang para nasabah William mengambil keputusan paling memilukan sepanjang hidupnya: menjual 76% kepemilikan saham di Astra International yang kala itu konglomerasi terbesar kedua di Indonesia.

Parahnya, William terpaksa menjual sahamnya di Astra di bawah harga pasar yang kala itu sebesar Rp 10.000, yakni Rp 7.000-8.000 per lembar.

Namun, di balik keputusan tersebut banyak yang mempercayai ada konspirasi besar untuk menjatuhkan William dan Astra.

Menurut Ricardi S. Adnan dalam disertasinya berjudul The Shifting Patronage: Dinamika Hubungan Pengusaha dan Penguasa dalam Industri Otomotif 1969-1998 (2010), ada hubungan antara ketidaksukaan Presiden Soeharto terhadap William dan Astra.

Tidak seperti pengusaha lain yang dekat dan menjadi tangan kanan presiden, William berdiri independen dan sangat menjaga profesionalisme. Bahkan, posisi politik William berseberangan dengan penguasa. Diketahui, pendiri Astra itu dekat dengan Megawati dan menjadi donatur tetap Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Tercatat pula pernah membangun kerjasama bisnis dengan Nahdlatul Ulama dan Gus Dur.

Independensi William ini juga terlihat pada sikapnya yang tidak memanjakan penguasa dengan berbagai hadiah. Astra tidak pernah memberikan diskon kendaraan kepada pemerintah, petinggi militer, dan pejabat pemerintah. Dia juga tidak mau memberi bantuan ketika Bank Duta (milik Keluarga Presiden Soeharto) dilanda kesulitan.

Sebagaimana dipaparkan Ricardi, mengutip majalah Warta Ekonomi (No 25 th XI/8 Nop. 1999), mantan anggota DPR Ichsanuddin Noorsy pun menyebut Bank Summa sengaja dilemahkan dengan mencabut kliringnya. Baginya, Bank Summa dinilai sangat sehat dan kuat. Tidak mungkin bank tersebut tiba-tiba bangkrut.

Dalam wawancaranya kepada Tempo (18 Juli 1999), William juga mengakui secara eksplisit bahwa telah terjadi konspirasi yang menginginkannya keluar dari Astra yang telah dibangunnya.

Sampai sekarang, teori konspirasi kejatuhan Astra ini masih misterius. Memang, tidak ada bukti Presiden Soeharto melarang pemberian bantuan kepada Bank Summa. Alasan logis ketiadaan bantuan Bank Indonesia disebabkan karena bank sentral itu memang tidak lagi memberi bantuan kepada bank swasta. Terakhir kali Bank Indonesia memberi bantuan hanya kepada Bank Duta.

Namun, melihat relasi penguasa-pengusaha yang lazim di era Soeharto, nampak masuk akal kalau William dan Astra, yang bukan kroni Soeharto, berupaya dijegal.

Usai kejadian itu Astra tak lagi milik William. Pilar utama kekayaan William pun runtuh. Keluarganya harus mencari mesin pendulang uang baru. Upaya memasukkan kembali William ke dalam Astra di era Megawati dan Gus Dur pun gagal.

Setelahnya Astra dipegang oleh Putera Sampoerna (14,67%), Bob Hasan (8,83%), Prajogo Pangestu (10,68%), Toyota Jepang (8,26%), Kelompok Salim (8,19%), Usman Atmadjaja (5,99%) dan sisanya tersebar di tangan publik.

3 Juta Rumah Bakal Dibangun Prabowo per Tahun, Begini Efeknya

Anggaran MBG Ditambah, Ekonomi RI Tumbuh 1,95%
Foto: CNBC Indonesia TV

Program pemerintah untuk membangun hingga 3 juta rumah baru per tahun dinilai bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 2,5%.

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyebutkan hal itu sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah hingga tahun 2029 mendatang mencapai 8%.

“Jika kami mencapai kondisi stabil, 3 juta unit (rumah) per tahun, kami perkirakan kami dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kami sebesar 2% hingga 2,5% per tahun. Itu sudah lebih dari 8%,” bebernya dalam acara Indonesia Economic Summit, di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Hal itu, lanjut Hashim, program yang akan dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan bisa mendorong bertumbuhnya sektor manufaktur dan mendorong kerja sama antara Indonesia dengan negara lain di sektor tersebut.

“Targetnya, ini adalah awal yang buruk, tetapi kami pikir itu bisa dilakukan, itu layak, 3 juta unit rumah per tahun selama 10 tahun ke depan. Itu targetnya. 1 juta unit apartemen di daerah perkotaan, 2 juta rumah keluarga tunggal di daerah pedesaan, termasuk desa-desa pesisir untuk para nelayan dan sebagainya,” ujar Hashim yang juga Ketua Satgas Perumahan.

Hashim juga menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari program tersebut didukung dengan kerja sama Indonesia dengan berbagai negara, salah satunya dengan Qatar.

“Qatar, pemerintah Qatar, saya sudah mengumumkan ini dua minggu lalu, pemerintah Qatar telah berkomitmen untuk mendanai dan membangun 3 hingga 5 juta unit per tahun,” katanya.

Penjualan Mobil Lesu, Laba Bank Danamon Turun 8,57% Jadi Rp3,2 T

Bank Danamon (dok. Bank Danamon)

Laba bersih setelah pajak (NPAT) PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) turun 8,57% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp3,2 triliun pada 2024.

Pertumbuhan penyaluran kredit bank milik MUFG itu sebesar 8% yoy menjadi Rp189,4 triliun, melambat dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang tumbuh 19% yoy.

Direktur Keuangan BDMN Muljono Tjandra mengakui itu tidak terlepas dari lesunya bisnis industri otomotif, yang menjadi salah satu andalan bank itu. “Memang ada sedikit challenges di dalam auto financing industry karena demand-nya melemah,” kata Muljono saat Paparan Kinerja Keuangan Tahun 2024 Bank Danamon secara virtual, Selasa (18/2/2025).

Hal itu tercermin pada perolehan usaha anak usaha Bank Danamon, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF). Perusahaan pembiayaan kendaraan itu telah melaporkan lebih dulu, bahwa labanya turun 27,83% yoy menjadi Rp1,4 triliun sepanjang 2024.

Direktur Utama ADMF I Dewa Made Susila mengakui memang sepanjang tahun lalu, penjualan otomotif mengalami koreksi, terutama di kendaraan beroda empat. Ia menyebut, penjualan mobil baru turun antara 14% hingga 15% sementara penjualan motor tetap stagnan.

“Nah ini tentu dampak dari penurunan daya beli masyarakat, terutama di segmen menengah bawah,” kata Made dalam kesempatan yang sama.

Di samping itu, ia menyebut adanya penurunan kualitas aset. Maka demikian, Adira yang merupakan salah satu pemain besar di pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat tak terelakkan dari dampak penurunan tersebut.

Made menjabarkan bahwa pihaknya menyiapkan sejumlah strategi untuk menyikapi kondisi ini dan dapat tetap bertumbuh secara berkelanjutan. Pertama, fokus pada pertumbuhan di area-area yang masih menjanjikan, seperti wilayah Indonesia Timur dan Sumatera. Selain itu juga menambah cabang di beberapa kota yang prospektif.

“Nomor dua adalah kami juga mendiversifikasikan bisnis kami dalam bentuk pinjaman dana tunai yang dijamin oleh kendaraan. Jadi bisnis ini yang disebut multi-purpose loan sudah berkontribusi hampir 25% dari booking kami,” terang Made.

Ketiga, dengan mengembangkan usaha Adira seperti segmen non-auto. Made mengatakan pihaknya juga akan mempererat penetrasi ke nasabah bankable dari induknya, Bank Danamon.

“Tahun lalu sudah berkontribusi cukup signifikan terhadap penjualan mobil hampir 20% Dan kami berharap jumlah itu terus tumbuh ke depannya sehingga asset quality di mobil bisa meningkat selanjutnya,” ujarnya.

Meskipun salah satu mesin bisnis andalannya lesu, Mulyono berpendapat pertumbuhan kredit konsolidasi Bank Danamon sebesar 8% masih “lumayan bagus.” Ia mengatakan selain Adira, Bank Danamon memiliki beberapa pilar pertumbuhan lainnya, yakni Enterprise Banking (EB) dan Small Medium Enterprise (SME).

“Dan terlepas dari challenges yang ada di auto industry, kita melihat bahwa terkait dengan asset quality yaitu NPL (non performing loan) kita itu gross itu [secara] konsol itu sekitar 1,9% yang mana itu lebih baik daripada tahun sebelumnya sekitar 29 basis point. Dan juga NPL coverage ratio kita juga naik dari 266% tahun lalu menjadi 287,2%,” kata Mulyono.

Kelola Keuangan Makin Efisien Lewat Financial Dashboard QLola by BRI

Ilustrasi Financial Dasboard (Dok BRI)

Mengelola keuangan secara pribadi bukanlah perkara yang mudah, apalagi mengelola keuangan dalam bisnis. Sehingga dibutuhkan keahlian dan dukungan teknologi agar bisnis yang dikelola bisa semakin berkembang dengan cepat.

Maka dari itu, sebagai pebisnis, harus pintar dalam mengelola keuangan. Salah satu cara cerdas yang bisa diaplikasikan adalah menggunakan platform finansial QLola by BRI.

QLola by BRI memiliki fitur Dashboard yang bisa membantu Anda memantau dan mengelola keuangan perusahaan secara lebih efisien dan cerdas. Semisal, melihat real-time balance, balance history, dan transaction history.

Perusahaan yang kerap melakukan transaksi valuta asing (valas) juga dapat mendaftarkan rekening rupiah dan dollar AS. Dengan demikian, QLola by BRI akan menampilkan data keuangan sesuai dengan mata uang yang digunakan.

Untuk mempermudah nasabah, tampilan datanya pun sudah diolah otomatis dalam bentuk grafik. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui visualisasi posisi keuangan perusahaan untuk melihat pertumbuhan dan posisi saldo semua rekening usaha dari waktu ke waktu.

Dengan menggunakan Financial Dashboard di QLola by BRI, Anda akan memperoleh laporan terkait keuangan usaha dengan mudah dan praktis melalui satu platform. Selain itu, fitur ini juga membantu Anda melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan strategis yang lebih tepat untuk perkembangan bisnis.

Fitur-fitur dalam Financial Dashboard QLola by BRI QLola by BRI merupakan solusi perbankan terkini yang dapat digunakan oleh nasabah non-individu atau badan usaha untuk mengelola keuangan perusahaan. Dalam platform ini, terdapat fitur Financial Dashboard yang bisa digunakan untuk memantau keuangan bisnis.

Fitur tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah fitur lain yang akan membantu nasabah mengelola keuangan. Berikut adalah lima fitur yang bisa Anda gunakan untuk mengelola keuangan bisnis.

1. Balance

Fitur Balance menampilkan posisi terakhir saldo rekening perusahaan yang didaftarkan, baik giro maupun deposito. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui total nominal saldo yang dimiliki dengan mudah.

2. Balance History

Fitur Balance History menampilkan posisi riwayat saldo perusahaan hingga beberapa tahun terakhir. Dengan fitur ini, Anda bisa dengan mudah mengetahui jumlah saldo perusahaan dari waktu ke waktu atau periode tertentu.

3. Riwayat Transaksi

Fitur Riwayat Transaksi menampilkan riwayat transaksi keuangan perusahaan dari seluruh rekening yang didaftarkan. Jadi, jika memiliki beberapa rekening, Anda dapat melihat seluruh riwayat transaksi yang bisa dipilih berdasarkan tahun, rekening, dan jenis mata uang yang digunakan.

4. Pendapatan Bunga

Fitur Pendapatan Bunga menampilkan pendapatan bunga dari seluruh rekening perusahaan yang didaftarkan pada QLola by BRI. Melalui fitur ini, Anda juga dapat mengecek pendapatan bunga berdasarkan tahun dan rekening.

5. Transaksi Teratas

Fitur Transaksi Teratas menampilkan data 10 transaksi keuangan teratas perusahaan, baik pemasukan maupun pengeluaran. Data ini juga bisa dipilah berdasarkan tahun, bulan, tanggal, dan rekening.

Dengan demikian, Anda dapat mengetahui transaksi yang paling kerap dilakukan. Hal ini juga dapat membantu Anda pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnis.

Itulah lima fitur dalam Financial Dashboard QLola by BRI yang bisa digunakan untuk memantau dan mengelola keuangan bisnis Anda. Dengan menggunakan QLola by BRI, pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih praktis dan efisien.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera QLola by BRI dan manfaatkan fitur Financial Dashboard untuk membawa bisnis Anda lebih sukses. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai QLola by BRI, silakan klik tautan berikut ini.

kas138

Iuran BPJS Kesehatan Naik di 2026, Menkes Pastikan Orang Miskin Gratis

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI. (Tangkapan Layar Youtube DPR RI)

Pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2026. Meski demikian, masyarakat miskin tetap mendapatkan layanan BPJS Kesehatan secara gratis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kenaikan iuran ini tak terhindarkan akibat inflasi yang terus meningkat, terutama dalam belanja kesehatan yang mencapai 15% per tahun.

Namun, ia menegaskan masyarakat miskin akan tetap menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) apabila iuran BPJS Kesehatan dinaikkan pada 2026.

“Tapi kalau kita perhatikan, BPJS itu terakhir naik tarif 2020. Setiap tahun naiknya 15 persen, kan tidak mungkin uang yang ada sekarang itu bisa menanggung kenaikan yang 15 persen itu,” kata Menkes Budi dalam rapat kerja bersama DPR-RI Komisi IX, dikutip Minggu (16/2/2025).

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020, besaran iuran yang dibayar pemerintah untuk peserta kategori PBI adalah sebesar Rp 42 ribu per bulan. Diharapkan setelah kenaikan iuran nantinya tidak mengganggu skema PBI pada masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau naik kita mesti adil, gimana caranya yang miskin jangan kena. Itu sebabnya yang miskin tetap di-cover 100 persen skenario kita oleh PBI. Yang akan naik artinya beban pemerintah dan pemerintah berkonstitusi kan tugas kita memberikan layanan kesehatan,” sambungnya.

Tantangannya, menurut Menkes Budi, adalah memastikan bahwa peserta BPJS Kesehatan yang mendapatkan manfaat PBI benar-benar tepat sasaran. Dalam beberapa kasus, peserta penerima manfaat PBI justru dari kalangan orang-orang yang mampu.

Ia lantas mengusulkan data PBI untuk dibandingkan dengan data transaksi perbankan atau dengan data tagihan listrik.

“Saya minta waktu saya ke DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) sama teman BPJS, tolong datanya diperbaiki dengan crossing seperti itu, data listrik dan perbankan adalah kualitas datanya paling baik lah,” tandas Menkes Budi.

NASA Bongkar Misteri Tanda Kiamat Matahari Terbit dari Barat

Konsep artistik tahun 2018 menunjukkan wahana antariksa Parker Solar Probe terbang ke atmosfer luar Matahari, yang disebut korona, dalam misi untuk membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang Matahari. (via REUTERS/NASA/Johns Hopkins APL/Steve Gri)

Hari kiamat merupakan sebuah ketetapan yang pasti. Meski tidak tahu kapan peristiwa itu bakal terjadi, namun ada sejumlah tanda kiamat yang disebut-sebut sudah mulai bermunculan.

Media sosial sempat dihebohkan oleh unggahan di Facebook yang menyebut potensi Matahari terbit dari barat. Beberapa pihak menilai fenomena tersebut sebagai tanda dari kiamat.

Terlebih, unggahan Facebook tersebut membawa-bawa nama NASA sebagai sumber. Disebutkan bahwa Matahari akan terbit dari barat karena perputaran Bumi yang berlawanan arah.

Unggahan foto dan narasi soal Matahari terbit dari barat di Facebook itu telah dibagikan lebih dari 15.000 kali sejak diunggah pertama kali pada 14 Januari 2021.

“NASA mengonfirmasi kemungkinan matahari terbit dari barat. Bumi berputar ke arah yang berlawanan yang menyebabkan matahari terbit dari sisi barat!!,” tulis teks viral yang turut dikutip AFP.

“Para peneliti percaya bahwa kita sedang bergerak menuju kebalikan dari medan magnet yang akan membawa kita ke akhir umat manusia dan mendekati hari kiamat,” sebagaimana tertulis dalam unggahan viral itu.

NASA pun buka suara merespons klaim informasi yang menyebut Matahari terbit dari barat itu. Lembaga luar angkasa pemerintah AS ini menyebut tidak pernah mengeluarkan prediksi soal klaim tersebut.

“Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi matahari akan terbit dari barat,” kata Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA.

Dia membenarkan fenomena pembalikan magnet bisa terjadi dan nyata, bahkan sejumlah ilmuwan pernah mempelajarinya. Fenomena tersebut terdapat di planet tetangga Bumi, Venus yang melakukan rotasi dengan berputar ke belakang.

Sementara itu, Venus berotasi cukup lama yakni 243 hari dan waktu planet itu untuk mengitari Matahari setara dengan 225 hari di Bumi. Ini membuat Matahari akan terlihat di permukaan di Venus hanya sebanyak dua kali selama setahun atau satu kali dalam 117 hari.

Kendati demikian, NASA membantah pernah mengeluarkan pernyataan soal Matahari terbit dari barat di Bumi. Untuk itu, perlu diketahui bahwa informasi dari unggahan Facebook yang viral itu salah.

Hal ini kembali mengingatkan kita pentingnya untuk kritis menerima informasi yang bertebaran di internet. Semoga informasi ini membantu!

Bos Unilever Buka-Bukaan Sejumlah Terobosan Sambut Ramadan

Unilever. (REUTERS/Brendan McDermid/File Photo)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) optimistis bulan Ramadan menjadi momen penting bagi kinerja bisnis perseroan. Oleh karena itu, perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi dan inisiatif untuk memaksimalkan peluang di periode tersebut.

Presiden Direktur UNVR Benjie Yap menegaskan, Ramadan adalah periode yang sangat penting bagi Indonesia dan bagi Unilever sendiri. Berkaca dari beberapa Ramadan sebelumnya, Benjie yakin pemasaran saat Ramadan meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk-produk Unilever.

Menurut Benjie, perusahaan akan terus menjalankan berbagai marketing campaign dan program yang telah sukses dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Misalnya, dari brand Royco dan Bango, dari lini produk makanan kami, begitu juga inovasi di kategori perawatan gigi dan tubuh serta program kebersihan masjid dengan produk perawatan rumah,” ungkap Benjie dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan virtual, Kamis, (13/2/2025).

Benjie menegaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut akan terus dijalankan pada Ramadan 2025 dan di tahun-tahun mendatang.

“Ini membantu kami untuk semakin dekat dengan konsumen Indonesia, dan kami akan mempertahankan upaya ini untuk waktu yang lama,” tuturnya.

Diketahui, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025. Adapun Hari Raya Idulfitri diperkirakan jatuh pada Minggu, 31 Maret 2025, dengan durasi puasa selama 30 hari.

Sementara saham emiten ritel dan konsumer biasanya mengalami peningkatan menjelang Ramadan seiring meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Selama bulan puasa, belanja masyarakat cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka, yang menjadi peluang bagi sektor ini.

Tesla Kalah Jauh, Ini Bukti Mobil China Lebih Canggih

Pabrikan otomotif asal China, Build Your Dreams (BYD), resmi meluncurkan mobil keluarga atau Multi-Purpose Vehicle (MPV) M6 di GIIAS 2024 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, 18-28 Juli 2024. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Raksasa mobil listrik BYD asal China mulai menawarkan fitur pengemudi otomatis tanpa awak (Autonomous Vehicles/AV) untuk model-model terbarunya. Yang menarik, BYD menawarkan fitur tersebut pada mobil yang dibanderol super murah di kisaran US$9.555 (Rp156 jutaan).

Langkah ini diprediksi akan memulai perang harga baru dan meningkatkan kompetisi AV di pasaran. Selain sistem pengemudi tanpa awak, ada beberapa fitur canggih lainnya yang dikatakan akan diperkenalkan BYD.

Salah satunya fitur canggih di mobil otomatis BYD adalah ‘God’s Eye’, yakni sistem asisten pengemudi yang mengandalkan platform tersegmentasi tier-tiga berbasis komputasi.

Versi entry-level C yang paling terjangkau berjalan pada mobil BYD yang dihargai 69.800 hingga 219.800 yuan (Rp156-490 jutaan). Antara lain mobil BYD paling laris (best-selling) yakni Dynasty dan Ocean.

Level C mendukung kemampuan keluar dan masuk jalan raya otomatis, pemeliharaan dan perubahan jalur otomatis, dan penghindaran rintangan. Model itu juga mendukung fitur rem darurat otomatis, serta parkir otomatis.

Sistem God’s Eye C dibekali 12 kamera, radar gelombang 5-milimeter, dan 12 radar ultrasonik, dikutip dari Reuters, Rabu (12/2/2025).

Sementara itu, God’s Eye A dan B berjalan pada mobil-mobil BYD dengan rentang harga 219.800 yuan ke atas, di bawah merek premium Denza dan Yangwang.

Keduanya menggunakan komputasi dan lidar yang lebih canggih dengan penggambaran 3D untuk lingkungan sekitar mobil untuk membantu navigasi dan penghalau rintangan.

Tesla Lebih Mahal

Sementara itu, software pengemudi tanpa awak FSD milik Tesla akan tersedia untuk langganan di China, namun banyak pembatasan fitur pada operasionalnya. Misalnya untuk penggantian jalur otomatis.

Mobil Tesla menawarkan fitur autopilot standar, seperti sistem otomatis dalam jalur dan kontrol trafik. Fitur-fitur canggih Tesla tidak dibenamkan secara default, melainkan harus berlangganan.

Harga langganannya 32.000 yuan (Rp31 juta) untuk paket autopilot yang termasuk parkir otomatis. Sementara opsi langganan FSD lebih mahal yakni 64.000 yuan (Rp143 jutaan) dan diprediksi meluncur pada akhir tahun ini.

Sistem itu bisa mengenali dan merespons lampu lalu lintas, serta navigasi otomatis di jalanan perkotaan.